Identitas delapan korban Kapal Virgo Transport 8 akhirnya dipastikan melalui pemeriksaan DNA. Pencocokan dilakukan oleh Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mengirimkan sampel korban ke Laboratorium DNA Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Karo Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan identitas korban yang belum dapat dikenali melalui metode lain. Hasil pencocokan itu disampaikan di Banjarmasin, Jumat, 2 Oktober 2026.
“Total ada delapan korban sudah teridentifikasi berkat pemeriksaan sampel DNA,” kata Hastry.
Profil DNA dicocokkan dengan data keluarga
Dalam prosesnya, tim DVI membandingkan profil DNA korban dengan sampel pembanding dari keluarga. Data tersebut dikumpulkan sebagai bagian dari data ante mortem, yakni informasi yang dihimpun sebelum proses identifikasi untuk membantu memastikan identitas korban.
Pemeriksaan DNA digunakan ketika identitas korban belum bisa dipastikan hanya berdasarkan ciri-ciri medis atau barang dan properti yang ditemukan bersama korban. Dengan membandingkan profil genetik korban dan keluarganya, tim identifikasi dapat memastikan kecocokan secara lebih akurat.
Hastry menjelaskan, delapan korban yang kini telah teridentifikasi termasuk dalam pengiriman sampel kloter pertama ke Laboratorium DNA Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Sampel tersebut dikirim beberapa waktu lalu untuk menjalani analisis.
Delapan korban telah dipastikan identitasnya
Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan menyampaikan daftar korban yang identitasnya berhasil dipastikan melalui pemeriksaan DNA. Mereka adalah Yudis Tri Kurniawan, Tigi Dadang Prayugi, Sulisman, Kumaedi, Aji Albani, M. Syahril, Imam Buhari, dan Zaenal Walad Husen.
Kedelapan nama itu merupakan korban yang identitasnya diketahui berdasarkan sampel DNA yang sebelumnya dikirim ke Jakarta. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi tim untuk memastikan identitas masing-masing korban.
Meski delapan korban telah berhasil diidentifikasi, proses tersebut belum selesai. Sampel DNA korban lainnya yang dikirim ke Jakarta masih menjalani pemeriksaan.
Much Sofwan mengatakan, tim DVI masih menunggu hasil analisis berikutnya untuk memastikan identitas korban lain. “Sisanya masih dalam proses identifikasi dari sampel DNA yang telah kami kirim ke Jakarta,” ujarnya.












