Stasiun Karet Ditutup, Sebuah Sejarah Panjang di Tengah Kota Jakarta
Pada Selasa, 1 September 2026, Stasiun Karet resmi ditutup sebagai bagian dari sejarah perjalanan kereta api di Jakarta. Berlokasi di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, stasiun yang telah beroperasi selama lebih dari 100 tahun ini tidak lagi melayani penumpang KRL.
Pembukaan Stasiun Karet pada 1922
Stasiun Karet pertama kali dibuka pada 1 Agustus 1922 sebagai bagian dari jalur kereta api Tanah Abang-Manggarai. Hal ini menandai keberadaan stasiun ini sejak zaman Batavia, menggantikan jalur kereta api Lintas Salemba yang terdampak perubahan tata kota. Sebagai bagian dari perkembangan sistem perkeretaapian Jakarta, Stasiun Karet mengalami renovasi besar pada 1980-an untuk mendukung layanan KRL Lingkar Jakarta yang mulai beroperasi pada 1987.
Asal-usul Nama dan Perubahan Stasiun
Lokasi Stasiun Karet yang terletak di dekat kawasan perkantoran Karet Tengsin dan pemakaman Karet Bivak memberikan kesan tersendiri bagi pengguna KRL. Nama “Karet” sendiri berasal dari masa lalu kawasan tersebut yang dikenal sebagai daerah perkebunan karet. Kisah menarik dari nama “Karet Tengsin” mengaitkannya dengan seorang tokoh Tionghoa bernama Tan Tieng Shin, yang dermawan. Perkembangan pelafalan masyarakat kemudian menjadikan “Tieng Shin” menjadi “Tengsin”.
Wacana penggabungan Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru bukan hal baru, telah muncul sejak 2022 dan mencuat kembali pada awal 2025. Dengan ditutupnya Stasiun Karet, pengguna KRL harus beralih ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City sebagai bagian dari rencana integrasi yang telah direncanakan sebelumnya.












