Sejumlah BEM Bantah Terlibat dalam Konferensi Pers BEM Fakultas Bersatu
Pada hari Selasa, 16 Juni 2026, sejumlah organisasi mahasiswa di Jakarta menegaskan penolakan terhadap dikaitkannya nama mereka dengan kelompok yang mengatasnamakan “BEM Fakultas Bersatu” dalam konferensi pers di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur. Hingga Rabu, 17 Juni 2026, tiga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang disebut terlibat dalam aliansi tersebut, yaitu BEM Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (FTI UBSI), BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (FPsi UNJ), dan BEM KM Institut STIAMI, mengeluarkan bantahan.
Dugaan Keterkaitan dengan Tiyo Ardianto
Aliansi mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Fakultas Bersatu menggelar konferensi pers sebagai tanggapan terhadap aksi mahasiswa belakangan ini. Mereka menolak gerakan mahasiswa yang dianggap terdorong oleh kepentingan politik dan mempertanyakan isu-isu yang diangkat dalam demonstrasi. Selain itu, kelompok ini juga menyinggung mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, dan menduga adanya keterkaitan dengan jaringan politik tertentu berdasarkan keikutsertaannya dalam aksi di Yogyakarta pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Klarifikasi dari BEM FTI UBSI dan BEM FPsi UNJ
BEM FTI UBSI melalui akun Instagram resminya menegaskan nonpartisipasinya dalam konferensi pers tersebut dan membantah adanya keterlibatan dalam acara tersebut atau pengiriman perwakilan. Mereka juga menegaskan tidak pernah memberikan mandat kepada pihak manapun untuk berbicara atas nama organisasi serta membantah memiliki pengurus bernama Ahmad seperti yang disebutkan dalam konferensi pers.
Sementara itu, BEM FPsi UNJ juga menegaskan bahwa tidak pernah memberikan persetujuan kepada siapapun untuk mewakili organisasi dalam kegiatan tersebut. Mereka menegaskan bahwa nama BEM FPsi UNJ tidak diizinkan digunakan tanpa persetujuan resmi. Kedua organisasi mahasiswa ini dengan tegas membantah terlibat dalam konferensi pers yang digelar oleh BEM Fakultas Bersatu.












