Pemerintah Akui BGN Lakukan Evaluasi dan Pembenahan Program Makan Bergizi Gratis
Jakarta, VIVA – Pemerintah mengakui bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan evaluasi serta pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini dilakukan di tengah protes dari para investor dan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait dengan dapur-dapur MBG yang belum beroperasi meskipun telah dibangun dengan investasi miliaran rupiah.
Focus Baru Nanik S Deyang pada Tata Kelola Program MBG
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa Kepala BGN yang baru dilantik, Nanik S Deyang, sedang memfokuskan perhatiannya pada perbaikan tata kelola program secara menyeluruh. Hal ini termasuk pengelolaan dan alokasi dapur MBG yang menjadi inti dari program tersebut.
Perhatian Utama: Penataan Alokasi Dapur MBG
Menurut Qodari, salah satu aspek yang menjadi perhatian utama dalam evaluasi ini adalah penataan alokasi serta implementasi tata kelola dapur-dapur MBG yang telah dibangun oleh mitra di berbagai daerah. Hal ini menjadi fokus utama untuk memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik.
Pernyataan ini muncul setelah sejumlah investor dan mitra SPPG mengunjungi kantor BGN di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, untuk menuntut kejelasan terkait investasi mereka. Mereka mengungkapkan kekecewaan karena sejumlah dapur MBG yang telah dibangun belum beroperasi meskipun sudah selesai sejak tujuh bulan lalu. Kekhawatiran pun muncul terkait keberlanjutan investasi yang telah ditanamkan.
Evaluasi Tidak Mudah
Qodari mengakui bahwa proses evaluasi yang dilakukan BGN tidaklah mudah mengingat program sebelumnya melibatkan banyak mitra dan investasi besar. Meskipun demikian, proses evaluasi diperlukan untuk memastikan program berjalan dengan efektif ke depannya.
Pemerintah menyadari bahwa pertanyaan akan muncul dari para mitra terkait perubahan ini dan meminta BGN untuk memberikan penjelasan yang komprehensif. Hal ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada semua pihak mengenai arah kebijakan yang akan diambil dalam pembenahan program MBG.












