Trump Klaim Berjasa Selamatkan Israel: “Kalau Bukan Saya, Israel Sudah Tak Ada”
Hubungan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tengah menjadi sorotan publik setelah laporan media Axios mengenai percakapan ‘panas’ antara keduanya. Trump bahkan menyebut Netanyahu dengan sebutan ‘gila’ dalam interaksi tersebut.
Israel Tidak Ada Tanpa Peran Saya, Tegas Trump
Dalam sebuah podcast bernama Pod Force One, Trump membantah tudingan yang menyebutnya terlibat dalam konflik Iran. Ia dengan yakin mengklaim bahwa Israel tidak akan bertahan tanpa perannya. “Jika bukan karena saya, tidak akan ada Israel,” ujar Trump dengan tegas.
Trump juga menepis anggapan bahwa dirinya dimanipulasi untuk memulai perang sekitar tiga bulan yang lalu. Ia menegaskan bahwa keputusan-konflik tersebut berawal dari dirinya sendiri demi mencegah Iran memiliki senjata nuklir yang berbahaya.
Hubungan Baik dengan Netanyahu Meski Pernah Bertengkar
Trump mengakui bahwa dia berbicara dengan Netanyahu dalam waktu dekat. Meskipun sempat adanya pertengkaran dan percakapan ‘panas’, Trump menegaskan bahwa hubungan mereka tetap baik. Ia bahkan menyebut bahwa mereka bekerja sama dengan sangat baik tanpa merinci lebih lanjut mengenai kontroversi yang terjadi.
Di lain pihak, situasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas, ditandai dengan saling serang serta kesulitan dalam pembahasan kesepakatan gencatan senjata. Iran menuntut agar kesepakatan juga mencakup Lebanon, di mana konflik antara Israel dan Hezbollah terus berlanjut.
Dalam wawancara tersebut, Trump menyatakan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir, namun dengan sifatnya yang bisa berubah sewaktu-waktu. Ia menegaskan bahwa langkah tegas harus diambil terhadap Iran demi keamanan dunia.












