Hubungan Prabowo dan Megawati: Lebih dari Sekadar Pertemanan
Pada peringatan Hari Pancasila yang diselenggarakan pada Senin, 1 Juni 2026, Ketua DPP PDIP, Said Abdullah memberikan pernyataan terkait hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Menurut Said, keduanya bukan hanya sekadar rekan politik, namun juga sahabat lama yang pertemanannya telah terjalin selama puluhan tahun.
Hubungan Pertemanan yang Kokoh
Said menegaskan bahwa Prabowo dan Megawati pernah bersama-sama berjuang dalam kontestasi Pemilu pada tahun 2009. Meskipun pada Pilpres tahun 2014 lalu, Megawati sebagai ketum PDIP mencalonkan Jokowi dan berhadapan dengan Prabowo, namun hubungan mereka tetap terjaga baik hingga saat ini. Said menilai bahwa persahabatan keduanya bukanlah sekadar pertemanan biasa, melainkan sebuah hubungan yang kokoh dan tulus.
Pandangan Politik Kebangsaan
Said juga menyebut bahwa pandangan politik nasionalisme kedua tokoh ini sejalan. Meskipun ada perbedaan dalam jalan politik, namun Prabowo tidak melihat PDIP sebagai musuh. Bahkan, dalam pidatonya di DPR pada tanggal 20 Mei, Prabowo memberikan apresiasi terhadap masukan yang diberikan oleh kader PDIP. Menurut Said, kedua tokoh ini telah mencapai level politik yang lebih tinggi, yaitu berpolitik demi kepentingan bangsa dan negara, bukan semata-mata untuk kekuasaan belaka.
Inti dari hubungan antara Prabowo dan Megawati terletak pada komitmen mereka terhadap nilai-nilai Pancasila. Keduanya sepakat bahwa nilai-nilai tersebut harus dijunjung tinggi, dan ini tercermin dalam momen-momen seperti peringatan Hari Pancasila yang selalu diikuti oleh keduanya. Hubungan mereka bukan hanya sekadar kerjasama politik, tapi juga persahabatan yang tulus dan mendalam.












