Seorang gubernur yang tegas, Gavin Newsom, menegaskan bahwa aksi teror terhadap komunitas keagamaan tidak akan ditoleransi di California setelah insiden penembakan di Islamic Center San Diego merenggut lima nyawa, termasuk dua pelaku penembakan.
Newsom dan Kebencian
Gubernur bersama istrinya, Jennifer Siebel Newsom, merasa terkejut dengan kekerasan yang terjadi di Islamic Center tersebut. Tempat tersebut biasanya dijadikan sebagai sarana berkumpul keluarga, anak-anak, serta tetangga untuk beribadah dalam damai dan kebersamaan.
“Jennifer dan saya sangat terkejut atas serangan kekerasan hari ini di Pusat Islam San Diego, tempat keluarga dan anak-anak berkumpul, dan tetangga beribadah dengan damai dan penuh persaudaraan,” ujar Newsom dalam sebuah pernyataan.
Reaksi Newsom dan Gloria
Newsom juga menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarga yang terdampak penembakan. Pihak berwenang setempat seperti Patroli Jalan Raya California dan Kantor Layanan Darurat Gubernur turut memberikan bantuan dan koordinasi dalam penanganan insiden tersebut.
Wali Kota San Diego, Todd Gloria, juga ikut mengutuk keras kekerasan yang didorong oleh kebencian. Ia menegaskan bahwa siapapun yang terlibat dalam aksi kekerasan yakin akan menghadapi “kekuatan penuh” penegak hukum.
Kutukan atas Islamofobia
Kondisi penyok ruang komunitas karena tembakan senjata menjadi kerasan bagi Newsom. Ia menegaskan bahwa warga negara di mana pun tidak boleh hidup dalam ketakutan akan nyawa mereka. Kebencian dan tindakan teror terhadap komunitas beragama tidak akan ditoleransi di California.
Wali kota juga menyesalkan insiden penembakan yang terjadi menjelang perayaan Idul Adha, Hari Raya Kurban umat Islam. Ia menegaskan bahwa San Diego menolak keberadaan Islamofobia dan serangan terhadap warga sama dengan menyerang semua warga kota.












