Berita  

Kenali Ancaman Api: Tips Menghadapi Risiko Kebakaran

Penanggulangan Karhutla: 71.274,29 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan

Pusat krisis Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia terus melakukan upaya pemadaman di seluruh wilayah yang terdampak. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini, sebanyak 71.274,29 hektare lahan telah berhasil dipadamkan dari total 72.008 hektare lahan yang terbakar.

Dilaporkan bahwa lahan yang berhasil dipadamkan tersebar di enam Provinsi, yaitu Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi. Meski demikian, masih terdapat 734,81 hektare lahan terbakar, dengan sebagian besar berupa lahan gambut.

Patroli Terus Dilakukan untuk Mengatasi Sumber Api

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa patroli terus dilakukan untuk menemukan titik-titik api yang masih mengancam. Lahan gambut cenderung sulit untuk dipadamkan sepenuhnya karena karakteristiknya yang memicu kebakaran kembali meski sudah dilakukan upaya pemadaman sebelumnya.

Menyikapi hal ini, tim patroli BNPB terus memantau lahan gambut berdasarkan hasil pantauan satelit Kementerian Kehutanan. Di samping itu, titik api juga dilaporkan masih aktif terdeteksi di Provinsi Kalimantan Timur, khususnya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan luas area yang belum padam mencapai 458 hektare.

Meski demikian, tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman dan patroli secara intensif untuk menangani sumber api yang masih mengancam lahan-lahan tersebut.

Strategi Penanggulangan Karhutla Berikutnya

Sementara itu, BNPB juga sedang merancang 3 strategi operasi modifikasi cuaca (OMC) yang akan dilakukan di empat Provinsi untuk membantu menurunkan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Operasi ini diharapkan dapat memicu turunnya hujan dan membantu proses pelurusan abu vulkanik yang teridentifikasi mengancam lingkungan di sekitar wilayah terdampak.

Diharapkan dengan langkah-langkah penanggulangan yang terencana dan terkoordinir, dampak Karhutla dan erupsi vulkanik dapat diminimalkan, serta keadaan di lapangan dapat segera dikendalikan oleh tim penanggulangan bencana yang terlibat.

Source link