Potensi Pembunuhan Negosiator Iran oleh Israel
Pada musim semi ini, pejabat Amerika Serikat telah memberikan peringatan kepada Iran terkait kekhawatiran bahwa Israel mungkin akan mencoba membunuh negosiator Iran selama perundingan. Hal ini disampaikan oleh dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, dimana mereka menyoroti potensi target pembunuhan terhadap dua delegasi Iran yang terlibat dalam perundingan.
Dua tokoh yang menjadi perhatian tersebut adalah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf sebagai tokoh utama dalam perundingan, dan juga Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi yang memiliki peran penting dalam negosiasi tersebut.
Peringatan Melalui Perantara
Pejabat AS menyampaikan peringatan ini melalui perantara, namun hingga saat ini belum ada bukti langsung tentang rencana pembunuhan spesifik yang menjadi dasar dari peringatan tersebut. Meskipun begitu, pejabat pertahanan Israel telah secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pembunuhan para pemimpin senior Iran.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga telah mengungkapkan bahwa tindakan semacam itu akan memperumit proses negosiasi. Pada bulan Maret 2026, Trump menolak untuk mengungkap identitas lawan negosiasi AS dari pihak Iran guna menghindari potensi pembunuhan terhadap mereka.
Respons Israel dan Penegasan Kepalsuan
Menanggapi laporan yang muncul, Kantor Perdana Menteri Israel membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai “berita palsu” yang tidak sesuai dengan kenyataan. Meskipun begitu, pejabat AS tetap keras dalam menyampaikan kekhawatiran mereka terkait potensi ancaman pembunuhan terhadap negosiator Iran selama proses perundingan.












