Ketua Komisi I DPR RI Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter Peserta Latsarmil SPPI
Jakarta, VIVA – Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menegaskan bahwa Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) harus berorientasi pada pembentukan karakter, bukan semata-mata pelatihan fisik.
Menurut Utut, tujuan utama pelatihan tersebut adalah membentuk sumber daya manusia yang disiplin, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan sehingga mampu menjalankan tanggung jawab di tengah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa nilai utama dalam Latsarmil terletak pada penanaman karakter, kedisiplinan, dan semangat pengabdian.
Peran Strategis Program Koperasi Desa Merah Putih dalam Pertumbuhan Ekonomi
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai Program Koperasi Desa Merah Putih memiliki prospek besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, baik di tingkat mikro maupun makro. Karena itu, ia menekankan pentingnya pelaksanaan program secara profesional agar tujuan yang telah dirancang pemerintah dapat tercapai.
“Program ini mempunyai potensi memberikan manfaat besar bagi perekonomian. Karena itu pelaksanaannya harus benar-benar baik agar tujuan yang diharapkan pemerintah dapat terwujud,” kata Dave.
Kemhan Pangkas Durasi Latsarmil dan Fokus pada Materi Pengelolaan Koperasi
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) memangkas durasi pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) setelah lima peserta meninggal dunia saat menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil).
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan mengungkapkan bahwa durasi pelatihan awalnya ditetapkan selama satu bulan, namun setelah insiden tersebut, Kemhan memutuskan untuk menghapus Latsarmil dan memotong durasi pelatihan menjadi dua minggu.
Seluruh peserta akan menjalani pembekalan materi terkait pengelolaan koperasi dan kampung nelayan, menunjukkan fokus pada pengembangan kapasitas dan kepemimpinan dalam ranah ekonomi di tingkat lokal. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program dan meminimalisir risiko yang mungkin timbul selama pelatihan.












