Boni Hargens: Konsep Presisi Polri Bawa Perubahan Signifikan
Jakarta, VIVA – Analis politik senior, Boni Hargens, mengungkapkan bahwa konsep Presisi Polri yang diperkenalkan oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, telah membawa perubahan signifikan dan fundamental dalam transformasi kinerja dan budaya institusi kepolisian Indonesia.
Pada acara peluncuran buku ‘Jend. Pol. Listyo Sigit Prabowo, Sang Arsitektur PRESISI Polri’ di Jakarta, Boni Hargens menyatakan bahwa visi Presisi Polri adalah sebuah desain besar perubahan menyeluruh yang sesuai dengan tantangan kontemporer yang ada.
Kompleksitas Transformasi Holistik
Boni Hargens menilai bahwa Kapolri berhasil mewarisi institusi kepolisian yang berada di persimpangan jalan, di mana visi Presisi Polri memiliki relevansi yang logis dalam situasi tersebut. Visi Presisi Polri menjadi kompas arah kebijakan dan budaya kerja Polri modern, dengan menyatukan tiga nilai inti yang saling mendukung satu sama lain.
Menurut Boni Hargens, visi Presisi Polri terdiri dari tiga unsur utama, yaitu prediktif, responsibilitas, dan transparansi serta keadilan. Unsur prediktif mencerminkan penggunaan data analitik berbasis teknologi informasi untuk deteksi dini potensi gangguan keamanan. Responsibilitas menekankan efektivitas, kecepatan, dan ketepatan tugas, sambil menjunjung pendekatan humanis. Sedangkan transparansi dan keadilan diterjemahkan sebagai jaminan akuntabilitas dalam tindakan hukum.
Transformasi Institusi dan Operasional
Boni Hargens juga menyoroti bahwa transformasi Polri yang dilakukan oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo tidak hanya berfokus pada struktur organisasi, tetapi juga mencakup operasional, layanan publik, dan pengawasan internal. Keempat pilar utama tersebut menjadi landasan kokoh perubahan institusi Polri secara menyeluruh dan terstruktur.
Acara peluncuran buku ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk penulis buku, Ali Ramadhan, dan Analis Politik, Boni Hargens, yang juga menulis Prolog di buku tersebut.












