Berita  

Transparansi Utama: Kita Akan Jujur dan Terbuka

BGN: Program Makanan Bergizi Gratis Akan Dirombak Total

Pada Selasa, 16 Juni 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mengalami perubahan total. Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola program MBG.

Fokus pada Evaluasi Penerima Manfaat MBG

Agustina Arumsari menjelaskan bahwa perhatian utama BGN saat ini adalah mengevaluasi penerima manfaat program MBG. Hal ini dilakukan untuk menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, BGN juga akan memperbaiki tata kelola dapur agar lebih efisien.

“Pokoknya kami ini sekarang bicaranya pembenahan dulu ya, 2026 ini target penerima manfaat, lalu baru bicara dapur,” ujar Arumsari.

Transparansi Program MBG

BGN berkomitmen untuk menjadikan program MBG menjadi lebih transparan agar masyarakat dapat mengakses dan mengawasi program tersebut. Arum menyatakan bahwa proses program ini akan dibuat se-“transparan” mungkin agar masyarakat dapat melihat dan ikut mengawasi program tersebut.

“Nanti kami akan membuat bagaimana mungkin proses ini setransparan mungkin. Ibu dan bapak bisa mengakses, bisa ikut melihat, bisa ikut mengawasi karena itu adalah program yang strategis ya,” tegas Arumsari.

BGN juga sedang membuka peluang untuk memangkas penerima manfaat MBG. Terkait hal ini, BGN telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait.

Evaluasi Penerima Manfaat MBG

Berdasarkan pernyataan Arumsari, BGN sedang melakukan evaluasi terhadap penerima manfaat program MBG. Salah satunya adalah kemungkinan untuk tidak memberikan bantuan kepada siswa SMA dan siswa SMP di sekolah kategori “high class” yang uang saku siswanya sudah mencapai nominal tertentu.

“Contoh misalnya lah SMA ya, mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG. Apalagi SMA-SMP yang apa ya, mungkin yang uang saku anak-anaknya saja sudah Rp100 ribu, Rp200 ribu, mungkin yang high class gitu itu tidak perlu lagi,” jelas Arum.

Source link