Berita  

Perang Susah Dihentikan: Keterlibatan Negara Adidaya




Penegakan Perdamaian Global Menjadi Tantangan Berat

Penegakan Perdamaian Global Menjadi Tantangan Berat

Pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 01:10 WIB, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan bahwa perang yang terjadi di berbagai belahan dunia sulit dihentikan karena melibatkan negara-negara berpengaruh. Hal ini membuat upaya perdamaian global sering kali terhenti.

Perang Berkepanjangan sebagai Pilihan Negara-Negara Berdaulat

Haedar menyatakan bahwa masyarakat di tingkat global saat ini dihadapkan pada tantangan besar, yaitu konflik atau perang yang seringkali dipilih oleh negara-negara adidaya. Menurutnya, situasi ini menunjukkan kehilangan falsafah hidup modern yang seharusnya menghormati nilai kemanusiaan.

Perlunya Peran Persatuan Bangsa di Dunia

Haedar menekankan bahwa PBB sebagai lembaga persatuan bangsa di dunia seharusnya menjadi pelopor perdamaian tanpa perang yang akan berujung pada kekacauan global. Meskipun menyadari sulitnya, Haedar berharap seluruh negara di dunia tetap memperjuangkan penghentian perang.

“Susah menghentikan (perang) karena pelakunya adalah yang punya dominasi di PBB, punya hak veto, dan menjadi negara adidaya,” ujarnya.

Pengecaman Terhadap Kekerasan dan Penangkapan Jurnalis

Haedar Nashir juga secara tegas mengecam segala bentuk kekerasan, termasuk kasus penculikan jurnalis yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, Palestina. Ia menekankan bahwa politik kekerasan hanya akan merugikan semua pihak tanpa kecuali.

Ia juga menyerukan agar Israel tidak terburu-buru dalam mengambil tindakan di Palestina, termasuk terhadap rakyat Gaza dan para petugas misi perdamaian dan kemanusiaan. Haedar menegaskan perlunya tindakan dari PBB terkait dengan aksi Israel tersebut.

Sumber:

VIVA.co.id


Source link