Berita  

Debat Sengit Legislator PDIP Tentang Isu Kolonial Belanda






Debat Sejarah 80 Tahun Revolusi Indonesia di Amsterdam

Debat Sejarah 80 Tahun Revolusi Indonesia di Amsterdam

Pada Rabu 6 Mei 2026, De Balie di Amsterdam menjadi saksi perdebatan sejarah yang hangat mengenai revolusi Indonesia 80 tahun lalu dengan tajuk “Tachtig Jaar na de Revolusi: Een Gedeeld Verhaal”. Dalam acara tersebut, sejarawan Bonnie Triyana dan peneliti Anne-Lot Hoek beradu pandang mengenai dekolonisasi, kolaborasi, dan trauma perang dari perspektif yang berbeda.

Bonnie Triyana: Dekolonialisasi Dimulai Sejak Pendudukan Jepang

Memulai debat, Bonnie Triyana menolak anggapan bahwa dekolonisasi Indonesia baru dimulai pada tahun 1945. Ia menyoroti langkah-langkah dekolonisasi yang sudah dimulai sejak pendudukan Jepang pada tahun 1942. Salah satunya adalah upaya pemerintahan Jepang dalam mendorong penggunaan bahasa Indonesia sebagai langkah dekolonisasi yang signifikan.

Anne-Lot Hoek: Tantangan dalam Menemukan Sumber Perlawanan

Anne-Lot Hoek, yang banyak meneliti Bali, mengakui kesulitan dalam menemukan sumber-sumber perlawanan dari masa kolonial. Ia menyoroti bahwa memoir orang Belanda yang hidup di Bali pada masa itu cenderung memiliki pandangan romantik dan kurang melihat sisi perlawanan dari penduduk pribumi yang merupakan aspek penting dalam sejarah kolonial.

Museum Multatuli: Simbol Antikolonial Pertama di Indonesia

Dalam diskusi, Bonnie Triyana juga memperkenalkan Museum Multatuli di Lebak sebagai museum antikolonial pertama di Indonesia. Ia menjelaskan betapa Sa’idjah dan Adinda dijadikan simbol kolonialisme dan menjadi korban dari penjajahan. Meskipun terdapat perbedaan perspektif, Annalotte mengakui pentingnya figur Multatuli meskipun merupakan bagian dari sistem kolonial Belanda.

Ia juga menyoroti kecenderungan Belanda dalam melihat korban secara hitam-putih dan tidak memahami nuansa kompleks dari kisah sejarah kolonial Indonesia. Debat semakin memanas ketika dibahas mengenai kekerasan dalam revolusi, yang menunjukkan perbedaan sudut pandang yang tajam dari kedua narasumber tersebut.

Source link