PBB Sebut Gaza sebagai Tempat Paling Berbahaya bagi Jurnalis
Pada Senin, 4 Mei 2026, Kantor Hak Asasi Manusia PBB di wilayah Palestina mengumumkan bahwa Gaza telah menjadi tempat paling berbahaya di dunia bagi para jurnalis. Data menunjukkan bahwa setidaknya 295 jurnalis telah tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak awal perang.
Tuntutan Perlindungan bagi Jurnalis di Gaza
Dalam pernyataan yang diunggah di salah satu akun media sosial, kantor tersebut menekankan perlunya tindakan nyata untuk melindungi jurnalis. Mereka menuntut pertanggungjawaban, perlindungan yang lebih baik bagi pekerja media, serta akses bebas bagi media independen ke wilayah Gaza.
“Gaza telah menjadi tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis,” ujar kantor HAM PBB wilayah Palestina seperti dilansir dari laman presstv.ir pada Senin, 4 Mei 2026.
Polanya Penargetan pada Jurnalis
Kantor HAM PBB juga menyoroti pola penargetan yang terjadi terhadap para jurnalis di Gaza. Data menunjukkan bahwa 295 jurnalis yang tewas merupakan angka yang cukup besar, menunjukkan adanya kecenderungan serangan terhadap pekerja media. Selain itu, bencana kemanusiaan yang dalam skala lebih luas juga menjadi sorotan.
Sejak 7 Oktober 2023, perang yang terus berlanjut di Gaza telah mengakibatkan puluhan ribu warga Palestina tewas dan terluka, dengan korban yang paling rentan adalah perempuan dan anak-anak. Banyak di antara mereka bahkan masih tertimbun di reruntuhan.
Pernyataan ini disampaikan secara bersamaan dengan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia, menciptakan narasi bahwa situasi di Gaza merupakan sebuah jebakan mematikan bagi media. Organisasi hak asasi manusia juga secara terus-menerus menuding Israel telah dengan sengaja menargetkan jurnalis, keluarga mereka, dan kantor media dengan tujuan menghentikan liputan tentang kekejaman yang terjadi di Gaza.
Langkah Konkrit dari Komunitas Internasional
Pemerintah Israel juga disorot karena tidak memberikan izin kepada media independen asing untuk masuk ke Gaza, membatasi aliran informasi yang masuk dan mempersulit kerja jurnalis Palestina. Oleh karena itu, kantor HAM PBB mendesak komunitas internasional untuk tidak hanya bersuara dalam kecaman verbal, tetapi juga segera mengambil tindakan konkret.
Langkah-langkah tersebut di antaranya adalah memastikan pertanggungjawaban atas kematian jurnalis, melindungi para pekerja media dari bahaya lebih lanjut, serta membuka akses seluas-luasnya bagi media independen untuk melaporkan situasi di Gaza.












