Berita  

DPR Sahkan RUU Perlindungan Saksi dan Korban: Undang-undang Terbaru

DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban (RUU PSdK) menjadi undang-undang (UU) dalam Rapat Paripurna ke-17 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 21 April 2026. Sebelum pengesahan, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, menyampaikan hasil kerja Panja RUU PSdK. Rapat Panja telah membahas rencana aturan tersebut secara intensif sejak April 2026, termasuk melibatkan berbagai pihak seperti akademisi dan LPSK. RUU PSdK terdiri dari 12 Bab dan 78 Pasal, yang mencakup tentang perluasan perlindungan bagi subjek dalam proses peradilan pidana, seperti saksi, korban, saksi pelaku, pelapor, informan, serta ahli yang selama ini rentan terhadap ancaman. Andreas juga menjelaskan mengenai pembentukan Dana Abadi Korban yang bertujuan untuk membiayai kompensasi dan pemulihan bagi korban, serta memberikan kewenangan kepada LPSK untuk membentuk Satgasus dalam menjalankan tugas perlindungan saksi, korban, saksi pelaku, pelapor, informan, dan ahli. Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta persetujuan fraksi-fraksi terhadap pengesahan RUU PSdK untuk menjadi UU dalam rapat paripurna.

Source link