Berita  

Donald Trump Ancam Ledakkan Bom Jika Gencatan Senjata dengan Iran Berakhir

Presiden AS, Donald Trump, telah mengancam untuk meledakkan banyak bom jika gencatan senjata dengan Iran berakhir. Delegasi AS sedang dalam perjalanan menuju Islamabad, Pakistan, untuk putaran kedua negosiasi dengan Iran setelah putaran pertama pada 11-12 April tidak menghasilkan kesepakatan. Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan negosiasi AS-Iran akan terus berlanjut, dan perjanjian gencatan senjata dengan Iran yang akan berakhir pada 22 April mungkin akan diperpanjang.

Sebelumnya, pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang diikuti oleh serangan balasan Iran terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Setelah mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu pada 7 April, negosiasi antara AS dan Iran di Islamabad gagal, yang menyebabkan Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran untuk memaksa Teheran kembali ke meja perundingan.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menegaskan bahwa Iran menolak gencatan senjata sementara dan berusaha mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah. Ia juga menyatakan bahwa mediasi Pakistan berusaha mencapai tujuan tersebut. Khatibzadeh menuduh AS dan Israel sebagai pemicu ketidakstabilan di kawasan tersebut.

Iran berkomitmen untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, namun mengingat pertimbangan keamanan dan lingkungan, pengaturan baru mungkin akan diberlakukan. Pemecahan permanen atas konflik tersebut diharapkan dapat menjaga Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan global yang aman. Trump juga perlu waspada terhadap gejolak politik jika harga bensin naik di atas 3 dolar AS per galon, sebagaimana para ahli mengkhawatirkan dampak politik yang mungkin terjadi.

Source link