Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, memberikan pandangannya mengenai kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, keberadaan kekurangan dalam program tersebut adalah hal yang wajar, sehingga diperlukan pengawalan yang lebih ketat. Pada acara Jaga Desa Award 2026 di Jakarta, Hashim berharap Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) dapat membantu mengawasi pelaksanaan program MBG di desa-desa. Meskipun program MBG mendapat kritik dari masyarakat, Hashim menekankan bahwa program tersebut penting untuk meningkatkan kecerdasan anak bangsa, berawal dari kekhawatiran Presiden Prabowo Subianto terhadap masalah stunting anak Indonesia. Oleh karena itu, pengawalan terhadap pelaksanaan program MBG dianggap sangat penting. Para peserta acara juga dibahas untuk menggunakan aplikasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang telah digagas oleh Kejaksaan Agung, agar dapat memberikan kontribusi dalam menjaga mutu makanan program MBG. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, juga menegaskan komitmen lembaganya dalam melakukan pengawasan menyeluruh terhadap program MBG.
Wajar dan Normal Ada Kelemahan Saat Implementasi Pertama
Read Also
Recommendation for You

Sentor Filipina Ronald Dela Rosa Kabur dari Penangkapan Mahkamah Pidana Internasional Pada hari Senin, Senator…

Josepha Alexandra: Siswi Berprestasi yang Berani Kritik Juri Lomba Cerdas Cermat MPR Pada Kamis, 14…










