Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras kepada Iran pada Senin 6 April waktu setempat. Dia menyatakan bahwa seluruh peradaban di Iran akan mati malam ini. Dalam unggahannya di Truth Social, ia mengungkapkan keyakinan bahwa hal tersebut akan terjadi meskipun tidak diinginkan. Trump melihat malam tersebut sebagai momen penting dalam sejarah dunia, di mana pemerasan, korupsi, dan kematian selama 47 tahun akan berakhir. Meskipun demikian, ia juga memberikan harapan bahwa hal luar biasa dan revolusioner bisa terjadi.
Respons terhadap pernyataan Trump tidak menunggu lama. Pemerintah Iran mengingatkan bahwa Trump dan sekutunya akan menghadapi konsekuensi serius atas ancamannya. Iran menegaskan bahwa peradaban kuno mereka akan memberikan balasan yang tak terlupakan, menanggapi ancaman yang dianggap tak memiliki kemampuan untuk menghancurkan sesuatu yang telah bertahan selama berabad-abad. Trump tidak gentar saat menyebutkan kemungkinan melakukan kejahatan perang, dan mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika tuntutan untuk membuka kembali Selat Hormuz tidak dipenuhi.
Pernyataan Trump ini menarik perhatian Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, yang mengingatkan bahwa menyerang infrastruktur sipil dilarang dalam hukum internasional. Sementara Iran menolak tekanan dari AS dan malah mengharapkan gencatan senjata serta penghentian perang secara total. Hal ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat antara keduanya.












