Berita  

Pasar Energi Rusia: Tingkatkan Pasokan Minyak dan Gas

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan bahwa Rusia akan meningkatkan pasokan minyak dan gas kepada negara mitra yang dianggap dapat diandalkan di berbagai wilayah dunia, sebagai respons terhadap kekacauan di Timur Tengah yang menimbulkan ketegangan di pasar energi global. Putin menjelaskan bahwa Rusia sebagai “pemasok energi yang dapat diandalkan” akan terus memasok minyak dan gas ke negara-negara mitra seperti negara-negara di kawasan Asia-Pasifik dan di Eropa Timur, seperti Slovakia dan Hongaria. Dia juga menyebutkan bahwa Rusia sedang mempertimbangkan untuk mengalihkan pasokan gas dari Uni Eropa, tetapi siap untuk bekerja sama jika pembeli Eropa berubah pikiran.

Putin menegaskan bahwa eskalasi di Timur Tengah telah mempengaruhi pasar energi global dengan menaikkan harga dan membatasi pasokan. Hal ini dikaitkan dengan serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Harga minyak yang melonjak menjadi lebih dari $119 per barel disebabkan oleh kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan terhadap pasokan energi global. Namun, harga tersebut turun kembali setelah laporan bahwa para menteri keuangan G7 akan membahas pelepasan cadangan minyak bumi dalam koordinasi dengan Badan Energi Internasional.

Meskipun harga minyak naik melewati $100 per barel untuk pertama kalinya sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, Presiden AS Donald Trump mengabaikan lonjakan harga tersebut. Trump yang banyak berkampanye dengan isu biaya hidup sebelum pemilihan 2024 berpendapat bahwa harga minyak akan turun dengan cepat setelah ancaman nuklir Iran berakhir. Sebagai respons terhadap kondisi pasar energi global, bursa Asia melejit dengan diberi sinyal perdamaian oleh Trump terkait Iran yang turut mempengaruhi penurunan harga minyak dunia.

Source link