Kematian Prada Hairul Muhammad Nail, seorang prajurit TNI Angkatan Darat, di baraknya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, masih menjadi misteri bagi keluarganya. Spekulasi awal menunjukkan bahwa Hairul mungkin meninggal akibat penganiayaan oleh sesama anggota militer. Rekaman video keluarga menunjukkan tubuh Hairul dipenuhi luka memar, meningkatkan kecurigaan akan kejanggalan di balik kematiannya. Keluarga Hairul telah meminta autopsi ulang di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Selatan untuk mendapatkan kejelasan atas kejadian tragis ini.
Keluarga Hairul terus mendesak TNI Angkatan Darat, terutama Polisi Militer (POMDAM), untuk menyelidiki kasus ini secara terbuka dan transparan. Mereka menuntut keadilan dan mengharapkan proses hukum berlangsung tanpa adanya pembenaran yang tidak adil. TNI Angkatan Darat melalui penyelidikan internalnya telah memeriksa tiga anggota TNI yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut, namun detail hasil penyelidikan belum diumumkan secara publik.
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan pentingnya setiap prajurit TNI tetap setia pada sumpahnya dan tegak lurus dalam menjalani tugas. Semua pihak berharap agar kebenaran segera terungkap dan keadilan ditegakkan untuk keluarga Hairul serta para pihak yang terlibat dalam kasus yang mengejutkan ini.












