Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa satu kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dapat diterima. Pada diskusi dengan Chairman and Editor in Chief Forbes, Malcom Stevenson Jr (Steve Forbes) di Jakarta, Prabowo mengungkapkan program MBG sebagai prioritas untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. Meskipun mengaku kesulitan mencapai nol kasus keracunan, Prabowo bertekad untuk tidak ada lagi kejadian keracunan pada program MBG ke depan. Perbaikan terus dilakukan dalam penyaluran program MBG untuk mencapai standar ‘zero’ insiden, dengan melibatkan tim terlatih dan petani lokal untuk memperkuat manfaat ekonomi di desa. Prabowo juga menjelaskan bahwa program MBG langsung melibatkan manajer yang telah dilatih selama tiga bulan dan ditempatkan di desa, serta memberikan jaminan pembayaran kepada petani lokal untuk hasil panen mereka. Sebagai langkah preventif, pengawasan dan standar operasional juga terus ditingkatkan.
Kasus Keracunan Tak Diterima: Alasan Mengapa Penting untuk Menghindarinya
Read Also
Recommendation for You

Pada Senin, 9 Maret 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa eks Menteri Perhubungan (Menhub)…

Seorang pemuda berusia 21 tahun dari Desa Gunungsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat hampir tewas setelah…

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, berbicara melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah…

Kemungkinan Rusia dan China Dapat Bertindak sebagai Penengah dalam Konflik di Timur Tengah Menurut juru…








