Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya untuk mengakhiri praktik peminjaman uang dari rentenir yang menetapkan suku bunga yang tidak masuk akal. Hal ini disampaikan dalam sidang Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RUU APBN) 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat. Prabowo menekankan bahwa pemerintah telah mengimplementasikan program Koperasi Desa Merah Putih yang memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan pinjaman dengan suku bunga rendah melalui himpunan bank negara (Himbara).
Lebih lanjut, Prabowo juga menekankan pentingnya memperkuat ekonomi rakyat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah, serta pertumbuhan ekonomi lokal di desa dan kelurahan. Melalui semangat gotong-royong, program ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan desa mandiri, koperasi, dan UMKM. Prabowo juga mengungkapkan bahwa sudah terbentuk 80.000 koperasi desa/kelurahan merah putih yang siap memudahkan masyarakat untuk mengakses berbagai layanan keuangan dan produk sembako.
Selain itu, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tetap menjunjung nilai negara non blok dan berkomitmen untuk tidak terlibat dalam konflik bersifat disruptif. Presiden Indonesia menekankan bahwa negara ini tidak ingin terlibat dalam perang apapun dan berupaya untuk menghindari konflik bersenjata.












