Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa sejumlah bencana hidrometeorologi basah terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada sepuluh hari pertama bulan Juli 2025. Fenomena ini meliputi kejadian tanah longsor hingga banjir bandang yang menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta dampak sosial yang signifikan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi laporan yang masuk ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB. Salah satu contohnya adalah bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 9 Juli 2025. Kejadian ini menewaskan seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun dan melukai dua warga lainnya. Di wilayah timur Indonesia, seperti Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terjadi banjir bandang yang merendam sembilan desa dan tiga kelurahan. Banjir ini juga melanda Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, serta Kabupaten Buol. Selain itu, BNPB juga mencatat kebakaran hutan dan lahan di beberapa lokasi, seperti di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Banjir juga terjadi di wilayah Jabodetabek, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, serta Kota Mataram. Semua bencana ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi ancaman bencana alam di Indonesia.
Bencana Banjir-Longsor Awal Juli 2025: Semestinya Kemarau?
Read Also
Recommendation for You

Perubahan Nomenklatur Program Studi Teknik Menjadi Rekayasa: Langkah Penguatan Pendidikan Pada Sabtu, 16 Mei 2026,…

Trump Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Beijing Pada Jumat siang, 15 Mei 2026, Presiden Amerika Serikat…

19 WNI Diamankan Otoritas Arab Saudi karena Pelanggaran Hukum saat Musim Haji Konsul Jenderal Republik…









