Belakangan ini, kembali mencuat permasalahan seputar Fuad Plered yang dituduh melakukan penghinaan terhadap Habib Idrus bin Salim Aljufri, yang dikenal sebagai Guru Tua. Ketua PBNU, K.H. Abdullah Latopada, menyarankan umat Islam agar tidak mudah terprovokasi dan menanggapi masalah ini dengan kepala dingin. Latopada menekankan pentingnya menahan diri dan tidak terjebak dalam narasi yang dapat memecah belah umat. Meskipun penghinaan terhadap ulama disayangkan, reaksi berlebihan dapat merugikan persaudaraan umat Muslim. Latopada menegaskan pentingnya menjaga marwah para ulama dan menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang menghormati akhlak dan kedamaian. Polemik ini bermula dari usulan gelar pahlawan nasional untuk Guru Tua, yang direspons oleh Fuad Riyadi, pengasuh Ponpes Roudlotul Fatihah Fuad Plered. Fuad menilai usulan tersebut tidak memiliki nilai historis dan dinilai tidak berkontribusi signifikan terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia, serta melontarkan kata “monyet” yang dianggap merujuk kepada Guru Tua. Fuad kemudian mengklarifikasi ucapannya. Selain itu, MUI turut memberikan tanggapannya terkait polemik ini dengan meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi. Semoga masalah ini dapat diselesaikan dengan bijaksana demi memperkuat persatuan umat Muslim.
Kontroversi Pernyataan Fuad Plered: Tips Agar Nahdliyin Tetap Tenang
Read Also
Recommendation for You

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengumumkan status pemerintahan Venezuela di bawah Presiden Nicolas Maduro…

Warga Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat, digegerkan dengan penggerebekan dua pria yang…

Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device…









