Grup WhatsApp Pelajar Swasta Dituduh Terlibat dalam Percakapan Kontroversial
Percakapan di dalam sebuah grup WhatsApp yang diduga diisi oleh sejumlah siswa dari sekolah swasta telah mencuri perhatian orang tua siswa setelah terbongkar. Kelompok chat dengan nama ‘Add people as much as you can’ ini terungkap setelah seorang siswa secara tidak sengaja mengundang ayahnya sendiri ke dalam grup tersebut.
Isi Percakapan Kontroversial di Grup WhatsApp
Salah satu orang tua siswa, Yuda Fajrin, mengungkapkan bahwa ayah dari salah satu anggota grup tersebut membaca isi percakapan yang terjadi di dalamnya. Meskipun tidak semua percakapan membahas LGBT, namun terdapat bagian yang membahas tentang orientasi seksual, bahkan melakukan voting terkait hal tersebut.
Yuda menyatakan bahwa selain itu, anggota grup tersebut juga saling bertukar stiker dan membicarakan topik-topik lainnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua, menginginkan agar keberadaan grup tersebut ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui konteks dan tujuan pembentukannya.
Respons Polda Metro Jaya
Informasi mengenai grup WhatsApp ini telah menarik perhatian Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan dengan melibatkan Direktorat Reserse Siber dan Direktorat Reserse PPA-PPO.
Selain itu, polisi juga berencana untuk bekerja sama dengan pihak sekolah dalam upaya pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan terkait kelompok chat tersebut. Penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya terkait percakapan dalam grup WhatsApp tersebut.












