Berita  

Penanganan Trauma Siswa Pasca Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15

Polisi Berikan Pendampingan Psikologis kepada Siswa SDN Srengseng Sawah

Pasca teror ancaman bom yang diterima oleh SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Polisi memberikan pendampingan psikologis kepada siswa sekolah tersebut. Langkah ini diambil untuk membantu siswa dalam memulihkan trauma yang mungkin dialami akibat kejadian tersebut.

Kegiatan Pendampingan untuk Mengurangi Kecemasan dan Meningkatkan Rasa Aman

Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rita Wulandari Wibowo menyatakan bahwa tujuan dari pendampingan ini adalah untuk memberikan rasa aman dan mengurangi kecemasan baik kepada siswa maupun orang tua murid. Anggota polisi akan turut serta memberikan edukasi dan penguatan mental kepada siswa untuk membantu mereka mengatasi trauma yang dialami.

Polisi Ungkap Identitas Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah

Selain memberikan pendampingan psikologis kepada siswa, Polisi juga melakukan upaya penegakan hukum dalam pemberian pencegahan dan perlindungan kepada perempuan, anak, dan kelompok rentan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengungkap bahwa pelaku teror bom SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan adalah Maulana Yunus (34).

Langkah-Langkah Cepat Polisi dalam Mengamankan Pelaku

Polisi bergerak cepat dalam mengungkap kasus teror bom ini dan telah berhasil mengamankan Maulana Yunus sebagai terduga pelaku. Kasus teror bom ini terjadi pada saat kegiatan MPLS sekolah sedang berlangsung dan telah mengakibatkan ketegangan di lingkungan sekolah tersebut. Dengan adanya penegakan hukum dan pendampingan psikologis, diharapkan para siswa bisa pulih dari trauma yang mereka alami.

Source link