Berita  

Fadli Zon Dapat Gelar Kehormatan Adat Muna: Arti dan Maknanya






Fadli Zon Dapat Gelar Kehormatan Adat Muna Sangia Tilano Lia Metaduno

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon Dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Muna

Pada hari Minggu, 12 Juli 2026, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menerima penghargaan istimewa dari Lembaga dan Tokoh Adat Muna, Sulawesi Tenggara. Gelar kehormatan yang diberikan adalah Adat Muna Sangia Tilano Lia Mentaduno, sebuah kebangsawanan sakral yang memiliki makna mendalam dalam bahasa dan budaya setempat.

Arti Gelar Kehormatan

Gelar Sangia Tilano Lia Mentaduno sendiri memiliki interpretasi filosofis yang kaya. “Sangia” mengacu pada figur pemimpin yang dihormati, bijaksana, dan patut diteladani. Sementara itu, “Tilano Lia” membawa makna cahaya yang bersinar dari dalam gua atau datang dari kedalaman bumi. Terakhir, “Mentaduno” menunjukkan konotasi sejarah dan perlindungan dari situs bersejarah Liang Metanduno di Kabupaten Muna.

Makna Lukisan Cadas Tertua

Lukisan cadas tertua yang terletak di Liang Metanduno, Goa Liangkabori Muna, diakui sebagai lukisan tertua di dunia di masa kepemimpinan Fadli Zon sebagai Menteri Kebudayaan RI. Ketua Lembaga Adat Muna, La Ode Muhammad Ruslan, mengungkapkan bahwa penganugerahan gelar ini sebagai bentuk apresiasi atas upaya pemulihan warisan budaya dan sejarah yang dilakukan oleh Menbud Fadli Zon.

Lebih lanjut, Ruslan juga menyatakan harapannya agar penghargaan ini dapat mempererat ikatan antara Fadli Zon dengan seluruh masyarakat Muna di Indonesia, menciptakan kedekatan dan hubungan silaturahmi yang erat.

Apresiasi dari Tokoh Pemerintahan

Selain dari Lembaga Adat Muna, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dan Bupati Muna, Bahrun, juga turut mengucapkan apresiasi atas peran Menbud Fadli Zon dalam pengakuan lukisan cadas tertua di dunia yang berada di Kabupaten Muna. Lukisan yang memiliki usia 67.800 tahun ini diakui sebagai simbol kekuatan, perlindungan, dan sejarah peradaban yang membanggakan.

Source link