Kolaborasi lintas sektor dukung kesehatan preventif di Indonesia
Jakarta, 3 Juli 2026 – Penguatan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi salah satu kunci dalam mendukung program peningkatan gizi dan kesehatan preventif di Indonesia. Hal ini muncul dalam peluncuran laporan kesehatan terbaru yang diselenggarakan oleh EU-ASEAN Business Council (EU-ABC) di Jakarta.
Mendorong Agenda Kesehatan Nasional
Forum tersebut menjadi wadah bagi perwakilan pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, dan pelaku usaha untuk membahas berbagai upaya mendukung agenda kesehatan nasional. Mulai dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penurunan angka stunting, hingga penguatan layanan kesehatan preventif.
Direktur Eksekutif EU-ASEAN Business Council, Chris Humphrey, menekankan bahwa berbagai program yang dijalankan pemerintah sejauh ini menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Namun, tantangan selanjutnya adalah memastikan implementasi program-program tersebut berjalan secara efektif melalui kolaborasi semua pihak terkait.
Pendekatan Berbasis Siklus Kehidupan
Laporan berjudul Health, Nutrition & Lifestyle: Boosting ASEAN’s Health and Economic Resilience Through a Life-Course Framework menyoroti pentingnya pendekatan berbasis siklus kehidupan dalam membangun kesehatan masyarakat dari usia dini hingga lanjut usia. Dalam laporan tersebut, ketahanan gizi, penerapan gaya hidup sehat, dan penguatan layanan kesehatan preventif disebut sebagai tiga aspek kunci yang dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan menilai kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian target kesehatan nasional. Sri Ridha Hasanah dari Direktorat P2PTM Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan pentingnya kerjasama yang sinergis untuk mencapai tujuan kesehatan masyarakat yang lebih baik.












