Kapolri Akui Keterbatasan Polri
Pada Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengakui bahwa Polri masih jauh dari kata sempurna. Meski telah berusia 80 tahun, Polri dinilai belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.
Kritik dan Masukan dari Masyarakat
Kapolri Sigit Prabowo menegaskan akan menerima seluruh kritik dan masukan dari masyarakat terhadap Polri. Tujuannya adalah agar Polri dapat terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan demi memenuhi harapan masyarakat.
Selain itu, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri juga mengalami peningkatan menjadi 80,6 persen menurut survei Litbang Kompas. Hal ini dijadikan motivasi bagi seluruh anggota Bhayangkara untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif.
Komitmen Polri dalam Pembangunan Bangsa
Polri juga berkomitmen untuk mendukung program dan kebijakan pemerintah guna menjaga stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan bangsa. Dalam hal swasembada pangan, Polri turut serta dalam program pemanfaatan lahan produktif, pengawasan distribusi bantuan pemerintah, dan kerja sama dengan Bank Himbara untuk memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat bagi petani.
Sigit juga mengungkapkan semangat transformasi Polri sebagai bagian tak terpisahkan dalam menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk mewujudkan NKRI yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan.
Dengan prinsip ‘tidak ada gading yang tak retak’, Kapolri Sigit Prabowo menekankan pentingnya keterbukaan terhadap kritik dan masukan dari masyarakat sebagai langkah nyata dalam membangun institusi Polri yang lebih baik ke depannya.












