Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang setelah Bertemu Gibran Rakabuming Raka
Pada tanggal 15 Juni 2026, Ketua BEM FH UBK Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin, mengakui menerima sejumlah uang setelah bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pengakuan ini menjadi sorotan setelah dialog antara Gibran dan 15 perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta Pusat.
Pertemuan Bahas Isu Mahasiswa
Pertemuan antara Gibran dan mahasiswa membahas isu seperti Makan Bergizi Gratis, penolakan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih, serta kenaikan harga bahan bakar minyak. Muhammad Abdi Maludin sebagai koordinator aksi menegaskan bahwa pertemuan tersebut adalah hasil dari perjuangan mahasiswa tanpa ada desain politik.
Permintaan Penjelasan dari Mahasiswa
Sepekan setelah pertemuan, Muhammad Abdi Maludin menghadapi permintaan penjelasan dari mahasiswa UBK terkait penerimaan dana yang beredar di media sosial. Dalam forum internal, dia mengakui menerima sejumlah uang dan meminta maaf atas tindakannya.
Uang yang diterima oleh Abdi digunakan untuk mengondisikan mahasiswa supaya tidak mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Istana Negara. Hal ini menimbulkan reaksi keras dari mahasiswa yang menuntut penjelasan terbuka, pengunduran diri, dan permohonan maaf.
Meski sudah meminta maaf, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak istana maupun Gibran Rakabuming Raka terkait polemik ini.












