Menteri Pertahanan AS Prioritaskan Kemampuan Tempur Efektif daripada Pamer Kekuatan
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menegaskan bahwa AS akan lebih mengedepankan kemampuan tempur yang efektif ketimbang sekadar menunjukkan kekuatan militer di kawasan Indo-Pasifik. Pernyataan tersebut disampaikan Hegseth dalam forum Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) Shangri-La Dialogue di Singapura.
Perhatian Terhadap Kekuatan Militer China
Dalam pidatonya, Hegseth menyampaikan kekhawatiran atas perkembangan kekuatan militer China yang semakin meningkat. Sejumlah negara di kawasan mulai cemas terhadap ekspansi dan modernisasi militer Beijing selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, penting untuk memiliki penilaian yang jernih terkait lingkungan keamanan di kawasan tersebut.
Hubungan AS-China di Bawah Kepemimpinan Trump
Hegseth juga menekankan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump berusaha menjaga hubungan yang stabil dengan China. Meski demikian, Amerika Serikat tetap tidak akan mengurangi peranannya di kawasan Indo-Pasifik dan siap mempertahankan posisinya dengan kekuatan militer yang nyata.
Menurutnya, AS akan fokus pada kemampuan mematikan, disiplin strategis, dan kerja sama profesional, bukan hanya retorika atau pameran kekuatan semata. Strategi Amerika Serikat di Pasifik berpusat pada pencegahan melalui penolakan di sepanjang rantai pulau pertama serta penguatan postur pertahanan di kawasan Pasifik Barat.
Mobilisasi Manufaktur Nasional dan Kebutuhan Militer Jangka Panjang
Hegseth juga mengungkapkan rencana AS untuk meningkatkan kapasitas industri pertahanan nasional guna mendukung kebutuhan militer jangka panjang. Amerika Serikat kini sedang mengalami mobilisasi manufaktur nasional bersejarah dari basis industri pertahanan mereka. Mereka berkomitmen untuk memproduksi persenjataan terbaik di dunia dengan skala besar, cepat, dan harga yang wajar.
Demikianlah upaya AS dalam memprioritaskan kemampuan tempur efektif dan memperkuat kehadirannya di kawasan Indo-Pasifik untuk menjaga stabilitas keamanan regional.












