Pemerintah Arab Saudi Sukses Selenggarakan Ibadah Haji
Pemerintah Arab Saudi mengklaim bahwa penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 berjalan sukses berkat sistem keamanan, organisasi, dan layanan yang terintegrasi. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Wilayah Mekkah sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap Haji dan Umrah, Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz.
Keberhasilan Penyelenggaraan Haji
Pangeran Saud menyatakan bahwa jemaah haji dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan aman berkat sistem pengamanan, pengelolaan, serta layanan yang terkoordinasi dengan baik. Hal ini menjadikan ibadah haji tahun ini berjalan sukses dan memberikan pengalaman baik bagi seluruh jemaah yang hadir.
Jumlah Jemaah Haji dan Peningkatan Tahun Ini
Jumlah jemaah haji tahun ini mencapai 1.707.301 orang, dengan mayoritas berasal dari 165 negara. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meskipun angka ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya, jumlah jemaah haji masih merupakan refleksi dari komitmen Arab Saudi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Selama enam hari pelaksanaan haji, jemaah menjalani sejumlah tahapan utama, dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga melempar jumrah di Mina. Rangkaian ibadah haji ditutup dengan pelaksanaan tawaf wada di Masjidil Haram, Makkah pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Dampak Konflik Timur Tengah pada Biaya Umrah dan Haji
Konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan AS, mulai memberikan dampak pada biaya perjalanan ibadah umrah dan haji. Industri perjalanan menghadapi tekanan berat akibat naiknya biaya penerbangan dan logistik lainnya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan penyelenggara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah yang ingin melaksanakan ibadah haji.












