Komisi VII DPR Soroti Lambatnya Penyelesaian Sejumlah Proyek Industri Strategis
Komisi VII DPR RI meminta pemerintah mempercepat penyelesaian sejumlah proyek industri pengolahan yang masih berjalan agar manfaatnya terhadap perekonomian nasional segera terasa oleh masyarakat.
Permintaan Dorongan dari Fraksi Golkar dan PAN
Dalam rapat dengar pendapat bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM terkait program hilirisasi nasional, Fraksi Golkar dan PAN mendorong pemerintah untuk memperjelas perkembangan proyek-proyek yang masih berjalan agar penyelesaiannya dapat dipantau secara transparan.
Anggota Fraksi Golkar Yusman menilai pentingnya pemerintah memberikan penjelasan rinci terkait proyek-proyek yang belum selesai guna memudahkan pemantauan terhadap progres penyelesaiannya. Dalam hal ini, ia menekankan bahwa percepatan penyelesaian proyek industri pengolahan memiliki dampak positif dalam menciptakan aktivitas ekonomi baru di berbagai daerah.
Sementara itu, anggota Fraksi PAN Alfont menyoroti urgensi dorongan pemerintah agar proyek-proyek yang masih berjalan segera masuk tahap produksi. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus memacu dan mendorong proyek-proyek tersebut agar beroperasi, sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Fokus Program Hilirisasi Nasional
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan bahwa program hilirisasi nasional tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kesiapan operasional dan keberlanjutan industri. Pemerintah juga mencatat peningkatan signifikan penerimaan negara bukan pajak dari sektor minerba yang mencapai Rp48,95 triliun selama Januari-April 2026 dan meningkat menjadi sekitar Rp56 triliun per 15 Mei 2026.












