Berita  

Spesifikasi Rudal Tomahawk AS Disita Iran: CIA Khawatir Teheran belum Lumpuh

Iran Belajar Teknologi Rudal Tomahawk AS

Pada Minggu, 17 Mei 2026, perkembangan baru terjadi di Timur Tengah setelah Iran dilaporkan mulai mempelajari teknologi Rudal Tomahawk milik Amerika Serikat yang ditemukan dalam kondisi tidak meledak selama konflik dengan Washington dan Israel.

Rudal Sebagai Sumber Pengetahuan Strategis bagi Iran

Menurut laporan dari kantor berita Iran, Mehr, sejumlah rudal Tomahawk ditemukan masih utuh setelah tidak meledak saat menyerang wilayah Iran. Bagi Iran, rudal-rudal tersebut bukan sekadar puing perang, melainkan sumber teknologi militer berharga yang dapat digunakan untuk memperkuat kemampuan persenjataan dalam negeri.

Dalam perang selama 40 hari, Iran beralih strategi untuk memperoleh pengetahuan dari medan perang. Setiap rudal Tomahawk yang tidak meledak dianggap sebagai sumber pengetahuan yang berharga bagi insinyur-insinyur Iran.

Reaksi Washington terhadap Potensi Pembelajaran Iran

Meski belum diverifikasi secara independen, kisah tentang kemampuan Iran dalam menguasai teknologi Barat melalui reverse engineering bukanlah hal baru. Iran telah dikenal aktif melakukan praktik ini sebagai respons terhadap sanksi internasional dan embargo yang dihadapinya selama puluhan tahun.

Laporan intelijen Amerika Serikat mengungkapkan bahwa meskipun Iran mempelajari teknologi rudal Tomahawk, kemampuan militer mereka tidak boleh dianggap remeh. Iran mampu memulihkan akses operasional ke sebagian besar situs rudal mereka, bahkan mempertahankan banyak peluncur rudal bergerak serta fasilitas bawah tanah penyimpanan misil.

Analisis militer Barat juga menyoroti infrastruktur militer bawah tanah Iran sebagai salah satu sistem pertahanan yang sulit dihancurkan di Timur Tengah. Jaringan bunker dan terowongan bawah tanah tersebut menjadi faktor utama dalam daya tahan stok rudal Iran selama konflik berlangsung.

Di sisi lain, media Iran juga mengklaim berhasil mengganggu sistem peledak beberapa rudal Tomahawk melalui perang elektronik, meskipun klaim ini belum dikonfirmasi oleh Pentagon. Hal ini menunjukkan pentingnya efektivitas Iran dalam menghadapi senjata yang paling diandalkan militer AS.

Source link