Menteri Agama: Pesantren Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak
Pernyataan Menag Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya pesantren sebagai ruang yang aman untuk anak-anak belajar dan hidup bermartabat.
Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan Islam
Nasaruddin menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan fisik dan seksual di lingkungan pendidikan Islam tidak boleh ditoleransi. Pesantren harus menjadi tempat yang paling aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang.
Persoalan kekerasan dalam lingkungan pendidikan Islam tidak bisa diselesaikan secara parsial atau dengan langkah jangka pendek. Menag melihat akar masalah tersebut terkait erat dengan budaya relasi kuasa yang masih dominan dalam masyarakat.
Transformasi Masyarakat dan Eliminasi Relasi Kuasa
Menag menyampaikan pentingnya transformasi masyarakat dan upaya untuk mengurangi relasi kuasa yang berlebihan. Hal ini membutuhkan peningkatan pengawasan dan penegakan standar yang jelas.
Dibutuhkan tata tertib yang tidak hanya mengatur santri, tetapi juga pengelola pesantren. Relasi kuasa harus dibatasi dengan aturan yang jelas dan nilai-nilai yang menjunjung tinggi perlindungan anak sebagai amanat agama dan konstitusi.
Hal lain yang ditekankan oleh Menag adalah perlunya penegasan terhadap standar dan tata kelola pesantren, termasuk dalam hal kapasitas pengelola dan figur kiai. Kerapian ini penting untuk memastikan bahwa orang yang memegang peran kiai memiliki kapasitas yang sesuai.
Anak Muda dan Peluang Daerah
Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, mengajak anak muda untuk jeli melihat peluang pembangunan di wilayah masing-masing. Ini menjadi panggilan bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam memajukan daerahnya.












