Amerika Serikat Beri Sanksi kepada China dan Hong Kong Terkait Bantuan Iran
Pada Sabtu, 9 Mei 2026, Kementerian Keuangan Amerika Serikat memberikan sanksi terhadap sepuluh individu dan perusahaan yang diduga terlibat membantu Iran dalam memperoleh senjata dan bahan baku untuk produksi drone Shahed serta rudal balistik. Beberapa individu dan perusahaan yang dikenai sanksi tersebut berbasis di China dan Hong Kong.
Langkah Sebelum Pertemuan Trump dan Xi Jinping
Langkah ini diambil beberapa hari sebelum rencana pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, di tengah upaya menyelesaikan konflik dengan Iran. Kementerian Keuangan AS mengklaim bahwa sanksi tersebut ditujukan untuk melemahkan kemampuan industri militer Iran dalam memproduksi persenjataan. Mereka juga mengancam akan mengambil tindakan terhadap entitas asing yang mendukung aktivitas perdagangan ilegal Iran, termasuk maskapai penerbangan.
Sanksi dan Ancaman AS
Amerika Serikat juga mengancam akan memberlakukan sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan asing yang membantu Iran, termasuk yang memiliki keterkaitan dengan kilang minyak independen di China. Sanksi ini bertujuan untuk membatasi kemampuan Iran dalam mengancam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz serta negara-negara sekutu di kawasan.
Erickson dari Obsidian Risk Advisors menilai bahwa sanksi yang diterapkan saat ini masih terbatas dan terfokus, sehingga mungkin memberikan Iran lebih banyak ruang untuk menyesuaikan metode pengadaan dan mencari pemasok alternatif. Beberapa entitas yang masuk daftar sanksi termasuk perusahaan China, Yushita Shanghai International Trade Co Ltd, yang diduga memfasilitasi pembelian senjata Iran dari China.
Lalu, Elite Energy FZCO dari Dubai, HK Hesin Industry Co Ltd, dan Armory Alliance LLC dari Belarus juga disebut terlibat sebagai perantara dalam transaksi tersebut. Mustad Ltd di Hong Kong diduga membantu pengadaan senjata untuk Korps Garda Revolusi Islam Iran. Di sisi lain, Pishgam Electronic Safeh Co dari Iran disebut sebagai pihak yang mendesain motor drone, sedangkan Hitex Insulation Ningbo Co Ltd dari China dipercaya sebagai pemasok material untuk rudal balistik.
Respons Tegas China terhadap Kebijakan AS
China juga memberikan respons tegas terhadap kebijakan sanksi AS dengan mulai melawan tindakan AS terhadap kilang minyak China yang membeli minyak mentah dari Iran. Beijing bahkan menerapkan aturan “blocking rule” yang meminta perusahaan-perusahaan China untuk tidak mematuhi sanksi AS, yang dinilai sebagai langkah belum pernah terjadi sebelumnya.












