Berita  

Israel Siapkan Serangan Terukur ke Iran, Terganjal Restu Trump

Netanyahu dan Koordinasi dengan AS terkait Rencana Serangan Terukur ke Iran

Pada hari Rabu, 6 Mei 2026, dilaporkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tengah berkoordinasi intensif dengan Amerika Serikat terkait rencana serangan terukur ke Iran. Rencana ini muncul karena situasi di Selat Hormuz semakin memanas dan mengancam gencatan senjata di kawasan tersebut.

Koordinasi untuk Serangan Singkat dan Tekanan ke Iran

Menurut laporan CNN, Israel sedang mempersiapkan diri untuk kemungkinan serangan singkat yang akan menyasar infrastruktur energi Iran dan sejumlah pejabat senior negara tersebut. Tujuannya adalah untuk memberikan tekanan kepada Iran agar mau memberikan konsesi lebih lanjut dalam negosiasi.

Sebelumnya, rencana militer telah disiapkan sebelum gencatan senjata pada awal April. Namun, keputusan akhir untuk melanjutkan operasi militer sangat tergantung pada persetujuan Presiden AS, Donald Trump. Netanyahu juga memberikan arahan kepada komandan militer Israel untuk bersiap menghadapi kemungkinan konfrontasi lanjutan dengan Iran.

Teheran Bersiap Hadapi Konflik Lanjutan

Pada pertemuan tersebut, Netanyahu menyatakan keyakinan bahwa Iran akan keluar dari konflik dalam keadaan lebih lemah, sementara Israel akan menjadi lebih kuat. Namun, ia juga mengakui bahwa tidak ada jaminan bahwa rezim Iran akan runtuh dengan cepat di fase awal konflik, meskipun tekanan ekonomi yang berat dapat menyebabkan ketidakstabilan internal.

Ketegangan antara AS dan Iran semakin memuncak setelah terjadinya serangan di sekitar Selat Hormuz. Presiden Trump memperkenalkan inisiatif “Project Freedom” untuk mengawal kapal dagang melintasi selat dengan perlindungan militer, namun hal ini justru memperkeruh keadaan.

Serangan dan konflik di kawasan Teluk semakin meningkat, dengan klaim militer AS menghancurkan kapal Iran dan pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab yang terbakar akibat serangan dari Iran. Situasi ini menunjukkan bahwa eskalasi antara kedua negara terus berlanjut dan mengancam stabilitas di Timur Tengah.

Source link