Berita  

JK Bicara Perdamaian Saat Ceramah di UGM: Klarifikasi Dituding Menista Agama

Pada hari Minggu, 19 April 2026, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla memberikan ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Dalam ceramah tersebut, JK menekankan bahwa dirinya hanya berbicara tentang perdamaian dan tidak melakukan penistaan agama. Acara ceramah tersebut diadakan dengan tujuan membahas langkah-langkah menuju perdamaian sebagai akhir dari konflik. JK juga membahas sejumlah konflik di dunia, termasuk 15 konflik di Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang seperti ideologi, wilayah, dan ekonomi. Selain itu, ia juga membahas konflik yang berawal dari masalah agama, seperti yang terjadi di Maluku dan Poso.

Dalam upayanya untuk memperjelas konsep mati karena membela agama, JK membandingkan istilah syahid dalam Islam dan martir dalam Kristen. Ia menjelaskan kepada jamaah di masjid bahwa kedua istilah tersebut memiliki konsep yang hampir sama, hanya berbeda dalam istilah. JK juga menggunakan kesempatan ini untuk menekankan bahwa agama tidak boleh digunakan sebagai sumber konflik, terutama oleh calon pemimpin bangsa. Ceramah JK ini menjadi viral pada pertengahan April 2026 dan kontroversi muncul setelah DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia melaporkan JK ke Polda Metro Jaya terkait pernyataannya tentang mati syahid. Ceramah ini sebelumnya disampaikan pada 5 Maret 2026 dengan tema Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar.

Source link