Renovasi rumah dinas seharga Rp25 miliar yang dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menjadi sorotan publik. Namun, Rudy Mas’ud membela keputusannya tersebut dengan menjelaskan bahwa anggaran tersebut tidak hanya untuk merenovasi rumah dinas Gubernur Kaltim, tetapi juga rumah dinas wakil gubernur dan fasilitas pendukung seperti pendopo. Proses penganggaran dilakukan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Menurut Rudy Mas’ud, rumah dinas tersebut telah kosong selama lebih dari 10 tahun dan proses renovasi telah selesai. Perlengkapan rumah dinas seperti elektronik, toilet, lampu, televisi, dan sofa harus diperbaiki agar dapat digunakan kembali untuk kegiatan pemerintahan di Provinsi Kalimantan Timur.
Rudy juga menjelaskan alasan tinggal di rumah dinas karena lebih efisien dan dekat dengan kantor gubernur. Sementara itu, Purbaya, Menkeu, mengumumkan bahwa anggaran perjalanan dinas ke luar negeri akan dihapus untuk efisiensi, kecuali jika sangat diperlukan. Ini adalah bagian dari upaya pemangkasan anggaran untuk meningkatkan penggunaan dana publik yang lebih bijaksana.












