Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa Timur Tengah tidak akan pernah mencapai perdamaian selama masih menjadi tuan rumah pangkalan militer AS. Menurut Ghalibaf, kebijakan pertahanan Iran didasarkan pada pedoman Imam yang telah meninggal sebagai syuhada. Selama pangkalan AS masih ada di kawasan tersebut, negara-negara tersebut tidak akan merasakan perdamaian. Iran telah merespons operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh AS dan Israel dengan menyerang wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah. Operasi tersebut menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan sebuah sekolah perempuan di Iran selatan dibom. Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat serangan tersebut lebih dari 1.200 orang. Lebih lanjut, Hizbullah mengklaim telah melepaskan 20 serangan roket dan drone sekaligus ke Israel, menargetkan beberapa lokasi militer Israel serta konsentrasi pasukan di wilayah Israel utara.
Pangkalan AS dan Perdamaian di Timur Tengah
Read Also
Recommendation for You

Angkatan Laut Amerika Serikat telah mengeluarkan peringatan kepada para pelautnya untuk mengamankan perangkat elektronik, akun…

Sekretaris Jenderal Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Slamet Ariyadi, menegaskan penolakannya terhadap informasi…

DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban (RUU PSdK) menjadi undang-undang…

Presiden AS, Donald Trump, telah mengancam untuk meledakkan banyak bom jika gencatan senjata dengan Iran…

Kabar terbaru datang dari kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus…







