Berita  

Bongkar Relasi Epstein, China, dan Pangeran Andrew: Fakta Terungkap!

Kebocoran dokumen terbaru terkait mendiang Jeffrey Epstein kembali menimbulkan perhatian global setelah beberapa berkas menyebut nama Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam korespondensi internal Epstein. Namun, dokumen tersebut tidak secara langsung menuduh Xi terlibat dalam kejahatan seksual atau skandal pribadi Epstein. Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengungkap email yang dikirim Epstein pada November 2015 kepada miliarder Reid Hoffman. Dalam pesan tersebut, Epstein menyebut hubungan Pangeran Andrew, mantan Adipati York Inggris, dengan Xi Jinping dan menawarkan diri sebagai fasilitator pertemuan antara kalangan bisnis Barat dan pejabat Tiongkok.

Peran Epstein, seperti yang terungkap dalam emailnya, fokus pada tawarannya untuk memfasilitasi pertemuan antara pengusaha dan pihak Tiongkok melalui “Pangeran Andrew”, dengan klaim bahwa Pangeran ini memiliki “hubungan dekat” dengan Presiden Xi. Catatan resmi mengkonfirmasi bahwa Pangeran Andrew bertemu Presiden Xi Jinping secara resmi di Beijing pada tahun 2016 dan 2018, serta duduk di sebelahnya selama kunjungan kenegaraan presiden Tiongkok ke Inggris pada tahun 2015. Namun, tidak ada bukti kredibel dalam dokumen yang menghubungkan pemimpin Tiongkok tersebut dengan tindakan kriminal Epstein.

Kekhawatiran keamanan Inggris meningkat terkait permasalahan ini, karena kebocoran ini memunculkan pertanyaan di Inggris tentang apakah hubungan dekat Pangeran Andrew dengan kepemimpinan Tiongkok dapat membahayakan keamanan nasional Inggris, terutama mengingat upaya Epstein untuk memanfaatkan koneksi ini untuk tujuan keuangan atau konsultasi. Nama Presiden Tiongkok muncul sebagai bagian dari jaringan pengaruh yang hendak dieksploitasi Epstein melalui “Pangeran Andrew”, tetapi tidak ada tuduhan kredibel dalam dokumen yang bocor yang mengaitkan Presiden Xi Jinping dengan kejahatan seksual Epstein atau skandal lainnya.

Lain halnya dalam kasus “Jeffrey Epstein”, yang pengungkapannya secara luas terjadi pada Januari dan Februari 2026, mengungkap hubungan kontroversial yang mengaitkannya dengan jaringan pengaruh Tiongkok, para pembangkang terkemuka, dan tuduhan keterlibatan dalam kegiatan terkait senjata. Hubungannya dengan para pembangkang Tiongkok, seperti Guo Wengui (Miles Cook), terungkap dalam korespondensi yang baru-baru ini dirilis. Email yang bocor juga termasuk peringatan kepada Steve Bannon, mantan penasihat Presiden AS Trump, bahwa “Guo Wengui” terhubung dengan “jaringan Tiongkok yang berbahaya” dan menyarankan agar berhati-hati.

Source link