Berita  

Manfaat Digitalisasi Bansos: Kurangi Kesalahan Data Penerima

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan bahwa digitalisasi bantuan sosial (bansos) memiliki potensi untuk mengurangi kesalahan data dan meningkatkan akurasi data penerima manfaat secara signifikan. Hal ini ia sampaikan dalam sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten, berdasarkan hasil uji coba di Kabupaten Banyuwangi. Gus Ipul menyebutkan bahwa sebelum adanya sistem digitalisasi DTSEN, tingkat kesalahan data penerima manfaat untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) mencapai angka yang tinggi. Namun, setelah uji coba bersama Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah dan lembaga terkait, kesalahan data dapat diturunkan secara signifikan. Gus Ipul berharap agar melalui pembaruan DTSEN, akurasi data penerima bansos dapat terus ditingkatkan. Uji coba ini direncanakan akan dilaksanakan di 40 kabupaten/kota di Indonesia sepanjang 2026, dengan harapan hasil evaluasi dapat menjadi pedoman untuk penerapan digitalisasi bansos secara lebih luas di berbagai daerah. Gus Ipul menegaskan bahwa tujuan utama dari digitalisasi bansos adalah untuk memastikan masyarakat yang layak mendapatkan bantuan dapat terjangkau dan merasakan manfaatnya.

Source link