Seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu. Insiden ini menarik perhatian publik dan menjadi sorotan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin. Menurut Cak Imin, kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan. Perlu kehati-hatian dan gotong royong serta mencari akar masalah dari frustasi sosial yang melanda masyarakat. Dalam surat yang ditinggalkan oleh korban untuk ibunya, korban meminta agar ibunya tidak menangis dan merelakan kepergiannya. Korban tinggal bersama neneknya karena ibunya bekerja sebagai petani dan merawat lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal. Sementara itu, China melakukan kebijakan baru terkait mobil dengan melarang gagang pintu tersembunyi pada mobil mulai 2027. Aturan ini mengharuskan mekanisme untuk keselamatan, yang berpotensi mengubah desain mobil listrik global.
Menko Cak Imin: Bocah SD di NTT Bunuh Diri, Cambuk untuk Kita!
Read Also
Recommendation for You

Partai Gerindra merayakan hari ulang tahun ke-18 dengan apresiasi dari Ketua Umumnya, Prabowo Subianto, terhadap…

Kebocoran dokumen terbaru terkait mendiang Jeffrey Epstein kembali menimbulkan perhatian global setelah beberapa berkas menyebut…

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberi kehormatan kepada Indonesia dengan memberikan lahan di kota suci Mekkah…

Nusakambangan, sebuah pulau dengan pengamanan superketat, telah dipilih oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) sebagai tempat…

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan bahwa digitalisasi bantuan sosial (bansos) memiliki potensi…







