Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan rencana radikal untuk merombak struktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Barat dengan menggabungkannya ke dalam satu sistem super holding. Langkah ini bertujuan untuk menghentikan praktik BUMD hantu yang hanya memiliki nama tanpa aktivitas, serta memutus tradisi penempatan tim sukses gubernur dalam jajaran direksi maupun komisaris perusahaan daerah. Dedi menjelaskan bahwa seluruh BUMD di Jawa Barat akan digabungkan menjadi satu BUMD, kecuali Bank Jabar Banten (BJB), dengan tujuan menciptakan konsolidasi agar aset strategis daerah senilai Rp4 triliun dapat menghasilkan keuntungan nyata bagi kas daerah. Ia juga mencatat praktik inefisiensi seperti skema sewa mobil listrik dengan nilai Rp350 juta per unit per tahun yang harus diperbaiki. Dedi menekankan perlunya menjauhkan BUMD dari intervensi politik dan bahwa pimpinan BUMD harus didasarkan pada profesionalisme dan netralitas.
Dedi Mulyadi Merger BUMD Menjadi Super Holding: Jejak Danantara
Read Also
Recommendation for You

Partai Gerindra merayakan hari ulang tahun ke-18 dengan apresiasi dari Ketua Umumnya, Prabowo Subianto, terhadap…

Kebocoran dokumen terbaru terkait mendiang Jeffrey Epstein kembali menimbulkan perhatian global setelah beberapa berkas menyebut…

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberi kehormatan kepada Indonesia dengan memberikan lahan di kota suci Mekkah…

Nusakambangan, sebuah pulau dengan pengamanan superketat, telah dipilih oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) sebagai tempat…

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan bahwa digitalisasi bantuan sosial (bansos) memiliki potensi…







