Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, turun langsung meninjau kondisi warga terdampak banjir di Kabupaten Bekasi. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah pos pengungsian di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathon, Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara. Kunjungan tersebut mendapat perhatian khusus dari aparat kepolisian, dengan Polres Metro Bekasi yang menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan dan pendampingan. Tujuan utamanya adalah memastikan kegiatan berjalan aman, kondusif, dan kebutuhan para pengungsi terpenuhi.
Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi, Komisaris Besar Polisi Sumarni, menekankan bahwa kehadiran polisi di pos pengungsian bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga sebagai bagian dari pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Wakil Presiden juga berdialog langsung dengan para pengungsi dan melihat kondisi tempat penampungan. Sekitar 200 kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat banjir di wilayah Tambun Utara.
Selain memberikan perlindungan, personel Polres Metro Bekasi juga membantu mengatur area pengungsian, mendistribusikan bantuan, dan menjaga keamanan di sekitar lokasi. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus dilakukan. Berbagai langkah telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga, termasuk pendirian dapur umum, pos kesehatan, dan penyaluran bantuan logistik seperti sembako, makanan siap saji, air bersih, tikar, dan selimut bagi para pengungsi.
Komitmen Polri untuk mendampingi, melindungi, dan membantu warga selama masa sulit akibat bencana tetap terjaga. Hal ini tercermin dari pelayanan yang terus dilakukan dan koordinasi lintas sektor yang intensif. Selain itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo juga mengungkap alasan ibu kota tetap tergenang banjir, meski Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sudah dilakukan. Kedua penjelasan ini memberikan gambaran tentang upaya pemerintah dalam mengatasi dan merespons bencana alam yang melanda masyarakat.












