Keluarga korban kebakaran di Gedung Terra Drone di Kemayoran Jakarta Pusat tengah diliputi duka yang mendalam. Seorang korban bernama Ervina telah mengirimkan sebuah voice note melalui grup WhatsApp saat insiden kebakaran terjadi. Dalam voice note tersebut, terdengar kepanikan dari sejumlah karyawan yang berada di gedung tersebut. Suara teriakan minta tolong menggema, dan Ervina terdengar ketakutan saat mengabarkan kondisinya. Ervina menyatakan rasa pasrah dan ketidaktahuannya dalam menghadapi situasi tersebut. Dalam voice note tersebut, Ervina juga meminta maaf dan mengungkapkan ketidakmampuannya berbuat banyak saat kebakaran melanda gedung kantornya.
Salah satu kerabat korban mengungkap bahwa voice note tersebut dikirim saat Ervina masih berada di dalam gedung tersebut. Korban sudah tidak bisa melakukukan banyak hal ketika kebakaran hebat melanda gedung Terra Drone. Pihak keluarga langsung panik dan mencari informasi terkait keadaan korban setelah mendengar voice note tersebut. Berdasarkan keterangan kepolisian, tercatat ada 22 korban meninggal dunia akibat kebakaran tersebut. Hingga saat ini, polisi telah berhasil mengidentifikasi 10 jenazah dari total korban. Penyebab kematian korban diduga karena inhalasi karbondioksida dan gas berbahaya selama kebakaran. Sebagian besar jenazah juga mengalami luka bakar parah yang menyulitkan proses identifikasi.
DPR telah meminta polisi untuk menyelidiki penyebab kebakaran di Gedung Terra Drone dan memeriksa kepatuhan gedung terhadap persyaratan proteksi kebakaran sesuai peraturan Kementerian PU. Semua pihak berharap agar kejadian tragis ini tidak terulang di masa depan.












