Tuduhan Lingkungan Muncul Lagi di Tengah Banjir

Peristiwa banjir dan tanah longsor yang terjadi di berbagai daerah di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, menimbulkan dampak serius. Banyak korban jiwa berjatuhan, serta jalan dan jalur komunikasi lumpuh. Pemerintah Aceh pun menetapkan status siaga darurat bencana selama dua minggu mulai akhir November 2025. Berbagai upaya dilakukan untuk penanganan, namun sorotan publik justru tertuju pada faktor-faktor penyebab bencana yang kini disorot tajam di media sosial.

Di ruang maya, opini tentang penyebab banjir meluas, seperti yang disampaikan pemilik akun Instagram Balqis Humaira. Ia menegaskan bahwa kerusakan lingkungan dan deforestasi di Sumatera tak lepas dari jejak kebijakan pemerintah, khususnya yang diambil oleh Zulkifli Hasan saat masih menjabat Menteri Kehutanan. Balqis menyebut bahwa banjir dan longsor merupakan akibat langsung dari pemberian izin-izin serta regulasi yang melegalkan pembukaan kawasan hutan menjadi perkebunan.

Isu mengenai Zulkifli Hasan bukan hal baru, sebab sejak menjabat Menteri Kehutanan tahun 2009–2014, ia kerap dikritik oleh banyak pegiat lingkungan. Salah satu masalah utama adalah kasus Taman Nasional Tesso Nilo di Riau yang area hutannya banyak berubah menjadi kebun kelapa sawit ilegal. Aktivitas perambahan dan pembukaan lahan di kawasan konservasi tersebut dinilai menjadi pemicu meningkatnya risiko bencana di wilayah Sumatera.

Balqis dalam komentarnya menggambarkan bahwa dulu Tesso Nilo memiliki luas hutan sekitar 83 ribu hektare, namun kini sebagian besar sudah hilang dan digantikan perkebunan kelapa sawit yang menyebar tanpa kendali. Ia menyoroti bahwa fungsi hutan sebagai penyangga alam sudah sangat berkurang akibat aktivitas pembalakan dan perambahan liar.

Selain itu, banyak warganet kembali membagikan cuplikan video dokumenter tahun 2013 yang memperlihatkan aktor internasional Harrison Ford berbincang langsung dengan Zulkifli Hasan membahas kerusakan hutan Indonesia. Dalam video itu, Ford mengkritik pemerintah Indonesia yang dinilai tidak menangani deforestasi dengan tegas, terutama yang terjadi di Tesso Nilo. Dengan peristiwa banjir saat ini, video tersebut menjadi relevan kembali dan ramai dibicarakan.

Diskusi di media sosial semakin berkembang dengan adanya narasi dari pengguna akun @voxnetizens yang menegaskan bahwa bencana yang terjadi di Sumatera disebabkan oleh keputusan manusia, bukan semata-mata karena fenomena alam. Ia menyebut bahwa berbagai keputusan terkait pembukaan hutan untuk kepentingan perusahaan telah memperparah kerusakan lingkungan, sehingga risiko banjir dan longsor meningkat setiap tahun.

Perbincangan di dunia maya ini memperlihatkan bahwa publik semakin kritis terhadap kebijakan yang berdampak jangka panjang pada lingkungan. Mereka menuntut pertanggungjawaban dari berbagai pihak, terutama bagi pemangku kebijakan yang dulu berwenang memberi izin pembukaan lahan. Bencana yang terjadi tahun ini pun dianggap cerminan kegagalan dalam menjaga kelestarian hutan dan alam Sumatera.

Sumber: Zulkifli Hasan Disorot Soal Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Teguran Harrison Ford Soal Kerusakan Hutan
Sumber: Zulkifli Hasan Dituding Jadi Penyebab Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Momen Zulhas Diomeli Harrison Ford Soal Rusaknya Hutan