Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, mengumumkan bahwa partainya akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait tunjangan anggota dewan, termasuk tunjangan rumah Rp50 juta yang dianggap tidak adil oleh masyarakat. Budisatrio menyatakan bahwa Fraksi Gerindra mendengar keluhan masyarakat terkait tunjangan anggota dewan yang dinilai merugikan kepercayaan rakyat, sehingga siap untuk meninjau ulang dan menghentikan pemberian tunjangan tersebut. Selain itu, demi menjunjung tinggi prinsip demokrasi, Budisatrio juga menyampaikan belasungkawa terhadap korban jiwa dalam aksi unjuk rasa.
Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono, memohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas insiden-insiden aksi demonstrasi yang menimbulkan korban jiwa dan luka. Ia menekankan bahwa kekecewaan masyarakat harus dijadikan momentum untuk memperbaiki sistem dan tata kelola negara. Budisatrio juga membawa permintaan maaf apabila peran Fraksi Gerindra di DPR dirasa belum optimal dalam mewakili aspirasi masyarakat. Seluruh anggota DPR Fraksi Gerindra juga dilarang untuk melakukan kunjungan kerja ke luar negeri dan diinstruksikan untuk berada di Indonesia guna berkomunikasi langsung dengan masyarakat.
Sebagai Ketua Umum DPP Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono menekankan pentingnya kepekaan dan empati anggota DPR agar tidak melukai perasaan serta kepercayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota DPR Fraksi Partai Gerindra tidak diperkenankan untuk melakukan kunjungan kerja ke luar negeri sesuai instruksi dari Prabowo Subianto. Semua anggota DPR diharapkan hadir bersama rakyat untuk mendengarkan keluh kesah masyarakat dan menjaga kepercayaan rakyat dengan sikap yang pantas.












