Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, memastikan bahwa kuota impor untuk komoditas atau bahan baku tidak boleh diskriminatif atau hanya melayani kepentingan beberapa perusahaan besar. Dalam forum ekonomi dengan Presiden Indonesia di Jakarta, Prabowo menegaskan bahwa penetapan kuota impor yang hanya menguntungkan perusahaan tertentu tidak masuk akal. Sebagai respons terhadap kekhawatiran yang diutarakan oleh anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Prabowo telah memerintahkan pejabat pemerintah untuk menghapus mekanisme kuota impor yang menghambat neraca perdagangan negara. Ketua Apindo, Shinta Kamdani, mengungkapkan bahwa dalam merespons tarif timbal balik AS, pihaknya melakukan pembicaraan dengan mitra di Amerika Serikat untuk memahami situasi yang ada. Mereka berfokus pada komoditas seperti kapas dan jagung, dengan harapan agar impor tersebut langsung diperuntukkan untuk industri tanpa melibatkan pihak ketiga. Prabowo Subianto dan Apindo menekankan pentingnya keadilan dalam kuota impor guna mengurangi defisit perdagangan serta memotong akar masalah terkait hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat.
Prabowo: Importance of Fair Import Quotas
Read Also
Recommendation for You

Presiden RI Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah menghadiri perayaan 80 Tahun Kemenangan Perlawanan Rakyat…

Presiden Prabowo Subianto telah kembali ke Indonesia setelah mengunjungi Beijing untuk menghadiri peringatan 80 Tahun…

Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Xi Jinping di Beijing menghasilkan kesepakatan penting untuk mengatasi berbagai…

Pada tanggal 3 September, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menerima kunjungan dari Presiden Indonesia, Prabowo di…

Pimpinan DPR telah menerima dan merespons kekhawatiran yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan…

